“Wah ada layar tancep” itulah ekpresi kegembiraanku ketika di lapangan sepak bola kampungku digelar layar tancep. Sebuah hiburan rakyat yang memang kami tunggu-tunggu dimana memang jarang sekali hiburan rakyat seperti ini digelar di sebuah kampung yang memang waktu itu begitu sepi. Dan seolah terobati dahaga ini karena begitu langkanya hiburan rakyat dan sejenisnya hadir di kampungku.
Maka tumpah ruahlah masarakat dikampungku untuk sekedar berkumpul dan menikmati sajian layar tancep yang filmnya pun juga sudah usang alias film-film zaman dulu. Tapi bagi ku yang memang sungguh haus hiburan, hal itu tak membuat ku untuk enggan hadir dalam even yang bisa saja kubilang even akbar. Ternyata tak hanya masyarakat kampungku saja yang hadir pada even itu, dari kampung-kampung tetanggapun tak menyia-nyiakanya dan turut serta dalam even akbar itu.