
Dongkol rasanya saat itu, ketika mobilku tepat berhenti sebuah dilampu merah dan ada seorang anak perempuan kira-kira umur 12 tahun dengan menggendong anak balita. Anak itu dengan muka memelas menegadahkan tanganya untuk meminta-minta. Pada awalnya aku iklas untuk memberi, tapi kedongkolanku memuncak tatkala setelah kuberikan recehan itu dengan tanpa terimakasih malah mengumpat sambil berlalu dengan mengucap “Astagfirulahalazim…pelit amat “. Memang recehan yang ku berikan tidaklah banyak, dan memang hanya satu2nya koin yg tersisa di mobil senilai 200 rupiah. Apa boleh buat, kutahan saja kedongkolan itu sambil merenung dan berfikir serta ku coba untuk introspeksi diri akan ucapan anak perempuan itu “ apakah benar aku pelit”.