” SUMRINGAH” itulah sebuah ekpresi yang menggambarkan kebahagian ketika tiap-tiap orang menerima gaji, honor, upah, imbalan atau apapun yang berkaitan dengan uang hasil jerih payah kita. Ekpresi SUMRINGAH itu tentu saja berbanding lurus dengan perasaan hati, tatkala tidak ada ganjalan dalam menerima imbalan kinerja kita. Tetapi manakala ganjalan itu muncul, maka ekspresi sumringah itu bisa berubah menjadi sebuah senyuman kecil yang kecut pula untuk di pandang dan dirasakan.
Sebuah kekecutan muncul ketika kita harus melunasi kewajiban-kewajiban dalam kehidupan rumah tangga, Bayar kontrakan atau cicilan rumah, kartu kredit, arisan, kredit panci, angsuran ini dan itu bahkan sampai mengangsur kepada Bang PLECIT (sebuah istilah di kampungku, jika kita meminjam uang atau barang kepada orang hari ini, maka besok sudah harus memulai membayar cicilan dan setiap hari orang itu akan datang untuk menagih )
