Kata
demi kata merupakan ungkapan yang keluar dari mulut yang sebelumnya diproses terlebih
dahulu melalui otak, yang ahirnya memiliki makna yang sesuai dengan apa yang
menjadi kehendak pihak yang berkata. Dalam berkata-kata sesuka hati, memang tak
sesulit dibanding kan jika berkata-kata dalam alur pemikiran yang menghasilkan
tidak saja kata-kata, tetapi lebih kepada bobot makna dari kata-kata tersebut. Untuk
menjadikan kata-kata menjadi bermakna, maka dibutuhkan sebuah proses
pembelajaran dalam kemampuan mengolah kata. Proses pembelajaran ini dapat kita
lalui seiring dengan proses berfikirnya otak dan reflex dari kejadian-kejadian
disekitar kita serta sebuah konsekuensi logis dari tindakan kita.