“Buruk
muku cermin dibelah”, itulah sebuah perumpamaan yang bermakna, ketika kita
melakukan kesalahan, namun justru menyalahkan orang lain untuk menjadi kambing
hitam. Untuk perumpamaan ini saya lebih suka merubah dan memodifikasi sedikit
kalimatnya menjadi “ Buruk muka, ya jangan sering-sering bercermin. Sehingga
bisa mengurangi rasa untuk tidak menyalahkan pihak lain.