Memang sepertinya agak sulit memisahkan antara pemikiran berbasis kepentingan dan pemikiran berbasis realitas. Ketika seseorang berada pada sebuah kepentingan yang menuntut nya harus membela kepentingan itu, maka prilaku dan pemikiran nya akan cenderung untuk mendukung asumsi itu. Seluruh entitas intelektualitasnya di curahkan untuk kepentingan itu. Apalagi ketika pemikiran untuk kepentingan itu dirasakan kebenaranya secara sudut pandang pribadi, maka berbagai argument kritis sudah siap untuk menangkal manakala ada pihak-pihak yang menyalahkan pendapatnya.