Di persimpangan jalan raya dekat komplek rumahku ada sebuah pemandangan unik yang selalu saja membuatku geli tapi sekaligus kagum. Geli karena pemandangan ini belum pernah kutemui sebelumnya ditempat lain dan benar-benar lain dari yang lain, yaitu kelakuan dari seorang pengatur jalanan informal atau yang biasa disebut pak ogah atau “polisi” 100 (cepek). Serta rasa kekagumanku karena tingkat kenekatanya yang luar biasa.
